Welcome to Sabhawana.Com
  Welcome Anonymous!  
Sep 10, 2010 

    

    Main Menuoem softwarecheap Adobe Acrobat
· Home
· My Account
· Administration
· Logout

Modules:
· News
· AvantGo
· Submit News
· Forum
· Gallery #1
· Gallery #2

Articles:
· Mountaineering
· Climbing
· Caving
· Rafting
· Diving

Others:
· Search
· Topics
· Top List
· Web Links
· Statistics
· Recommend Us
· Download

    

    Categories Menu
· Caving (Jun 03, 2010)
· Climbing (Nov 09, 2009)
· Cycling (Apr 01, 2009)
· diving (Dec 02, 2009)
· Mountain (Aug 18, 2010)
· National Park (Aug 10, 2010)
· Rafting (Oct 23, 2009)

    Past Articles
Thursday, June 10
·Vanaprastha Gelar Gerakan di Gunung Lawu (0)
Thursday, June 03
·Nguluran: Gua di bibir tebing (0)
Wednesday, June 02
·Maluku coral reefs need optimal management (0)
·Hutan Dirambah, Daftar Burung Langka Bertambah (0)
Wednesday, May 26
·Anak AS Berusia 13 Tahun Pendaki Termuda Everest (0)
 Older Articles

    
twitter

    
tnol

    Languages
Select interface language:

Area Freeport Hanya Boleh Dimasuki Pendaki Asing _POSTEDON Wednesday, October 28, 2009 - 07:23 AM by Admin

NewsJayapura (ANTARA News) - Niat puluhan wartawan untuk mendaki puncak tertinggi di Indonesia, Cartensz, gagal karena manajemen PT Freeport Indonesia tidak mengizinkan mereka melintasi area tambangnya menuju Cartensz.

Keterangan yang dihimpun ANTARA News di Jayapura, Senin, perlakuan itu berbeda bagi para pendaki asing dari sejumlah negara Eropa.


Tidak jelas apa yang menjadi alasan Freeport yang hanya membolehkan pendaki asing melewati arealnya, sementara wartawan Indonesia justru dilarang.

Akibatnya, puluhah wartawan media nasional kembali ke Jayapura pada Minggu 25 Oktober 2009.

Juru Bicara PT Freeport Mindo Pangaribuan ketika dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan puluhan wartawan mendaki puncak Cartensz.

"Jangan salahkan kami kalau wartawan tidak ikut pendakian. Silahkan komplain ke pemerintah daerah Papua sebab merekalah yang menjanjikan dan memfasilitasi," katanya.

Ia mengatakan, soal tak diijinkannya wartawan nasional melintasi area tambang Freeport, kata Mindo, juga bukan tanggung jawab pihaknya. "Tanya fasilitator kalian, kenapa sampai tidak bisa diberangkatkan," ujar Mindo.

Sementara itu Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua Ronald Tapilatu yang juga ikut berangkat dengan rombongan para pendaki asing, belum bersedia memberikan pernyataan.

Jauh hari sebelum rencana ekspedisi ini dilaksanakan, Ronald kepada wartawan mengatakan, pihak Freeport melalui Presiden Direkturnya Armando sudah memberikan izin kepada para pendaki untuk melewati areal Freeport.

Tak hanya izin, kata dia, Freeport juga akan memfasilitasi para pendaki hingga tiba di Puncak Cartensz.

Keputusan pihak Freeport disesali para wartawan. Wartawan Radar Timika [Jawa Pos] Mustofa mengatakan dari awal dia pesimis manajemen Freeport yang selama ini terkenal tertutup, akan mengizinkan wartawan melewati arealnya.

Sementara Lasaruz Gon dari majalah Foja mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan sikap panitia yang tidak bertanggung jawab dengan kondisi yang terjadi saat ini.

"Karena dijanjikan sudah beres dengan Freeport dan bersedia menfasilitasi, makanya kami bersedia ikut, tapi kenyataannya nol besar," ujarnya.

Hal senada dirasakan Jorsul Sotuan dari tvOne. "Kita ini sudah empat hari di Timika tanpa ada kejelasan, dan panitia hanya omong kosong belaka dengan pernyataan sebelumnya," katanya.

Pendakian Cartensz difasilitasi Papua Promotion House di Eropa milik Pemerintah Provinsi Papua ini. Pendakian dilakukan dalam rangka clean up and survey base camp Carstenz Piramid.

Kegiatan diikuti wartawan Indonesia dan pendaki yang berasal dari sejumlah negara yakni Austria, Switzerland, dan Jerman. (*)

sumber: Antaranews.com

Area Freeport Hanya Boleh Dimasuki Pendaki Asing | Login/Create an account | 0 Comments
Threshold
Comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.



Web site powered by Ekowisata Natural
This web site was made with PostNuke, a web portal system written in PHP. PostNuke is Free Software released under the GNU/GPL license.
You can syndicate our news using the file backend.php