Welcome to Sabhawana.Com
  Welcome Anonymous!  
Sep 09, 2010 

    

    Main Menuoem softwarecheap Adobe Acrobat
· Home
· My Account
· Administration
· Logout

Modules:
· News
· AvantGo
· Submit News
· Forum
· Gallery #1
· Gallery #2

Articles:
· Mountaineering
· Climbing
· Caving
· Rafting
· Diving

Others:
· Search
· Topics
· Top List
· Web Links
· Statistics
· Recommend Us
· Download

    

    Categories Menu
· Caving (Jun 03, 2010)
· Climbing (Nov 09, 2009)
· Cycling (Apr 01, 2009)
· diving (Dec 02, 2009)
· Mountain (Aug 18, 2010)
· National Park (Aug 10, 2010)
· Rafting (Oct 23, 2009)

    Past Articles
Thursday, June 10
·Vanaprastha Gelar Gerakan di Gunung Lawu (0)
Thursday, June 03
·Nguluran: Gua di bibir tebing (0)
Wednesday, June 02
·Maluku coral reefs need optimal management (0)
·Hutan Dirambah, Daftar Burung Langka Bertambah (0)
Wednesday, May 26
·Anak AS Berusia 13 Tahun Pendaki Termuda Everest (0)
 Older Articles

    
twitter

    
tnol

    Languages
Select interface language:

Ekowisata Hasilkan Devisa Rp80 Triliun _POSTEDON Thursday, November 12, 2009 - 08:13 AM by Admin

NewsJakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Masyhud, mengungkapkan bahwa ekowisata mampu menyumbang pendapatan sektor kehutanan sampai Rp80 triliun tahun lalu.

Angka ini, kata Masyhud di Jakarta, Rabu, bisa bertambah sejalan dengan upaya peningkatan pada titik-titik ekowisata di tanah air yang berada di bawah pengelolaan Departemen Kehutanan.

"Ekowisata telah menjadi sektor yang mampu menyumbangkan devisa yang cukup besar karena tahun lalu saja bisa memasukkan devisa sampai Rp80 triliun dengan jumlah wisatawan mancanegara 6,5 juta orang," katanya.

Jumlah penerimaan devisa itu, menurut dia, naik 33 persen dari 2007 yang mencapai Rp60 triliun dengan jumah wisatawan asing 5 juta orang.

Menurut data Dephut, potensi ekowisata masih sangat besar mengingat Indonesia memiliki 530 unit kawasan konservasi yang terdiri dari 245 unit Cagar Alam (CA), 77 unit Suaka Margasatwa, 50 unit Taman Nasional, 123 unit taman wisata alam (TWA), 21 unit taman hutan raya, dan 14 unit Taman Buru.

Masyhud mengungkapkan, pertumbuhan ekowisata diduga lebih pesat dari wisata lainnya karena selama beberapa tahun ini promosi ekowisata gencar dilakukan.

Berdasarkan laporan World Travel Tourism Council (WTTC) 2000, pertumbuhan rata-rata ekowisata sampai 10 persen per tahun atau lebih tinggi dari pariwisata umumnya yang sebesar 4,6 persen per tahun.

Yang lebih khusus lagi, menurut Masyhud, ekowisata juga lebih mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal, dan menghargai budaya lokal.

"Taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam memiliki potensi sumber daya hayati dan ekosistemnya yang sangat penting untuk pengembangan ekowisata itu sendiri," jelas Masyhud.
(*)

sumberL Antara

Ekowisata Hasilkan Devisa Rp80 Triliun | Login/Create an account | 0 Comments
Threshold
Comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.



Web site powered by Ekowisata Natural
This web site was made with PostNuke, a web portal system written in PHP. PostNuke is Free Software released under the GNU/GPL license.
You can syndicate our news using the file backend.php