 |
|
Select interface language:
|
|
|
|
|  |
 |
This is Category: National Park Following are the News Items published under this Category.
|
|
See all
 |
Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Aug 10, 2010(80 Reads)
|
 |
 |
SUKABUMI, KOMPAS.com — Balai Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat, menutup sementara jalur pendakian menuju kedua gunung tersebut menjelang Ramadhan untuk memulihkan kondisi ekosistem kedua gunung tersebut.
Penutupan sementara ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan ekosistem di Gunung Gede dan Pangrango akibat banyaknya pendaki yang ingin menyambut Ramadhan di puncak dua gunung tersebut, kata Kepala Balai TNGP Bambang di Sukabumi, Minggu (8/8/2010).
|
|
 |
|
|
 |
50 Taman Nasional akan Diswastanisasi
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Jul 02, 2010(155 Reads)
|
 |
 |
Jakarta - Pemerintah akan memberikan kesempatan bagi para pelaku swasta untuk ambil bagian dalam pengelolaan 50 kawasan konservasi Taman Nasional di Tanah Air. Pemerintah membuka kesempatan yang sama bagi para pelaku swasta asing maupun lokal.
"Aturannya sedang disiapkan," kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (2/7/2010).
|
|
 |
|
|
 |
37 Million of People Surrounding The Mountain Depend on Sumarto’s Shoulder
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on May 22, 2010(349 Reads)
|
 |
 |
His duty is extremely hard, to support the life of some 37 million people who live below. Just imagine that the ecosystem of some areas including Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi), Bandung, Sukabumi, Cianjur and some nearby areas have to be maintained. If something bad happens to the forest in the Gunung Gede Pangrango National Park (GGPNP) then those areas will be hit by flood and landslide. How horrible...
It was Sumarto Suharno is the man behind the hard duty. He has been the Head of the Nature Conservation Berau of the Gunung Gede Pangrango National Park (GGPNP) of West Java Province for a year. To TNOL, the father of three children and the husband of Darmastuti Nugroho Sumarto was simply explaining some efforts to be conducted to maintain and preserve ecosystem in GGPNP.
|
|
 |
|
|
 |
Flores, The Unique and Exotic Place to Visit
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on May 22, 2010(303 Reads)
|
 |
 |
The exotic island of Flores, located at East Nusa Tenggara Province owns magnificent tourist objects such as Lembata Island, Adonara Island, Solor Island, and Komodo Island.
This area is well known as a unique and exotic tourism site. Moreover, Komodo island is very popular in the world. The island is the home for the endangered species of giant monitor lizard called Komodo Dragon.
|
|
 |
|
|
 |
Gunung Tambora Diusulkan Jadi Taman Nasional
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Apr 26, 2010(207 Reads)
|
 |
 |
Mataram (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengusulkan kepada Kementerian Kehutanan agar kawasan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, dijadikan taman nasional.
"Usulan itu dilayangkan setelah Detail Enginering Design kawasan Gunung Tambora itu rampung," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Minggu.
Ia mengatakan, pimpinan Dinas Kehutanan NTB tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehubungan dengan perampungan DED kawasan Gunung Tambora itu.
DIharapkan penyusunan DED kawasan Gunung Tambora itu berjalan lancar karena nantinya penetapan Taman Nasional Gunung Tambora akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata NTB.
|
|
 |
|
|
 |
"Rafflesia Arnoldii" di Mata Air Musi
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Mar 07, 2010(246 Reads)
|
 |
 |
Lenka, turis asal Ceko berusia sekitar 40 tahun, menangis sesenggukan pada akhir 2009 lalu di hutan lindung Bukit Daun, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Ia tidak mau berpisah dari bunga Rafflesia arnoldii, satu jenis puspa langka endemik Sumatera yang tumbuh di Bengkulu. Helena F Nababan dan Agus Mulyadi
Sebelumnya, setelah kegirangan karena berhasil melihat langsung raflesia, dengan penuh keyakinan Lenka mendekatkan kepalanya ke lubang bunga yang tengah mekar. Hidungnya menempel ke pinggir lubang, dan Lenka pun menghirup dalam-dalam aroma yang menguar dari dalam lubang bunga berdiameter 20 sentimeter di bagian tengah lima kelopak bunga langka yang saat mekar berdiameter 80 sentimeter itu.
|
|
 |
|
|
 |
Penangkaran Badak Jawa Dikembangkan
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Feb 24, 2010(316 Reads)
|
 |
 |
Pandeglang (ANTARA News) - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) akan mengembangkan penangkaran Badak Jawa (rhinoceros sondaicus) di Blok Gunung Honje seluas 3.000 hektare tahun 2011 mendatang dan dipastikan tahun 2015 badak itu sudah memiliki keturunan.
"Penangkaran Badak Jawa itu akan dijadikan taman marga satwa dunia (TMSD) dan bisa mendongkrak pengunjung domistik maupun mancanegara," kata Kepala Bagian Humas TNUK Enjat Sudrajat, saat dihubungi, Selasa.
|
|
 |
|
|
 |
Menhut Resmikan Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi di TN Gunung Gede Pangrango
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Feb 12, 2010(420 Reads)
|
 |
 |
Jakarta, 11/2 (ANTARA) - Di sela kesibukan mengikuti Rapat Kerja dan Evaluasi Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II di Cipanas 3 Pebruari 2010, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meresmikan Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi (P2KA) yang terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cipanas, Jawa Barat. Peresmian dilaksanakan pukul 04.30 WIB ditandai dengan pelepasliaran 7 (tujuh) ekor katak Pohon Jawa (Rhacophorus margaritifer) dan sepasang Katak Bertanduk (Megophrys montana) di dalam rumah katak dan dilanjutkan dengan penandatangan piagam peresmian sebagai simbolisasi dimulainya upaya penelitian dan konservasi amphibi secara kontinu di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
|
|
 |
|
|
 |
5 Pembalak ditangkap di TN Ujung Kulon
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Jan 12, 2010(307 Reads)
|
 |
 |
Pandeglang, 11/1 (ANTARA) - Lima orang pelaku pembalakan liar di hutan Gunung Honje, Kabupaten Pandeglang, ditangkap tim gabungan dari Polhut Taman Nasional Ujung Kulon, kepolisian dan pam swakarsa.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Agus Priambudi di Pandeglang, Senin menjelaskan, penangkapan itu dilakukan pada Minggu malam sekitar pukul 23:00 WIB.
|
|
 |
|
|
 |
Ekowisata Hasilkan Devisa Rp80 Triliun
|
 |
 |
 |
Posted by Admin on Nov 12, 2009(438 Reads)
|
 |
 |
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Masyhud, mengungkapkan bahwa ekowisata mampu menyumbang pendapatan sektor kehutanan sampai Rp80 triliun tahun lalu.
Angka ini, kata Masyhud di Jakarta, Rabu, bisa bertambah sejalan dengan upaya peningkatan pada titik-titik ekowisata di tanah air yang berada di bawah pengelolaan Departemen Kehutanan.
"Ekowisata telah menjadi sektor yang mampu menyumbangkan devisa yang cukup besar karena tahun lalu saja bisa memasukkan devisa sampai Rp80 triliun dengan jumlah wisatawan mancanegara 6,5 juta orang," katanya.
Jumlah penerimaan devisa itu, menurut dia, naik 33 persen dari 2007 yang mencapai Rp60 triliun dengan jumah wisatawan asing 5 juta orang.
|
|
 |
|
|
|
|
|
|