TEKNIK TURUN TEBING

TEKNIK TURUN TEBING

Bayangkan kini anda berada di puncak tebing yang curam. Untuk turun, tentu tidak merayap kembali. Suatu teknik yang dipergunakan untuk menuruni tebing dengan memanfaatkan gaya gesekan, baik tubuh, maupun alat bantu khusus, disebut rapelling atau juga abseiling.

Teknik ini perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh. Banyak pendaki yang tewas sewaktu menuruni tebing dengan repelling. Biasanya karena kelalaian dalam pemasangan anchor

Sebelum yakin anchor yang terpadang kuat jangan turun dahulu. Ceklah achor dengan menggantunginya beberapa saat dengan pengaman tali pada anchor lainnya. Setelah yakin barulah tali dilempar ke bawah. Buatlah simpul pada ujung tali yang dilempar agar apabila tidak sampai ke permukaan tanah atau teras, anda tetap tertahan oleh simpul tadi.

Teknik pertama, teknik yang klasik. Tali langsung berhubungan dengan tubuh. Untuk itu diperlukan pakaian yang tebal agar tubuh tidak lecet atau mendapat luka bakar. Teknik ini perlu diketahui karena siapa tahu peralatan yang anda bawa terjatuh semua. Teknik ini disebut Classic rappel/Body rappel.


[gbr130]



Teknik kedua mempergunakan sling dan sebuah karabiner. Sling dikaitkan pada paha kemudian kaitkan sebuah karabiner. Setelah itu, tali dimasukkan ke dalam karabiner.

Untuk mengontrol lajunya, tali dilewatkan dari puncak. Teknik ini disebut sling rape.


[gbr131]


Sebuah teknik lagi, masih ada teknik lain, yang penting diketahui, teknik menuruni tebing dengan alat bantu khusus Figure Eight Descender atau jenis lainnya (Allain Descender atau Fameau Descender).


[gbr132]



Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menuruni tebing;

1. Bawalah sepasang tali dengan diameter 5 atau 6 mm. Gabungkan tiap tali dengan simpul nelayan sehingga terbentuk loop. Kalungkan di leher. Apabila tali yang dituruni tergantung pada overhang atau tidak sampai ke dasar tebing, anda dapat mempergunakannya sebagai prusik guna meniliti tali naik ke atas kembali.

2. Buatlah simpul pada ujung tali. Apabila oleh suatu hal anda tidak dapat mengontrol kecepatan turun, simpul itu akan menyelamatkan anda.

3. Orang yang turun pertama kali setelah sampai pada teras atau dasar tebing harus mencek apakah tali dapat ditarik ke bawah. Kadang-kadang tali terjepit di celah yang dilewatinya atau karena penempatan anchor yang salah.

4. Turunlah secara perlahan-perlahan. jangan melompat-lompat seperti pasukan komando. Gerakan berlebihan bisa mempengaruhi kekuatan anchor dan dapat berakibat fatal. Selain itu, dengan bergerak perlahan, anda akan lebih mudah mengontrol titik pendaratan.

5. Gerakan selalu karabiner yang berkunci agar lebih aman. Karena apabila tali membelit karabiner biasa ia akan terbuka.

6. Untuk keamanan, gunakan sling atau webbing yang masih kuat pada anchor.

Rapelling, teknik yang sangat penting sebagai pembendaharaan pemanjat tebing ataupun pendaki gunung. Selain itu, juga cepat, menyenangkan, dan aman apabila berhati-hati.

Berlatihlah pada tebing yang tidak terlalu curam dan tidak terlalu tinggi. Gunakan selalu sepasang sarung tangan agar telapak tangan tidak terbakar.

=====================================================
Dikutip dari buku: " Memanjat Tebing Menggapai Langit - Pelajaran Rock Climbing Bagi Pemula dan Lanjutan"
Oleh: Wiyanto Wongso Suhardjo <win@sabhawana.com>
Penerbit: Pustaka Grafiti Utama - 1987





This article comes from Sabhawana.Com
http://portal.sabhawana.com/