Welcome to Sabhawana.Com
  Welcome Anonymous!  
Sep 10, 2010 

    

    Main Menuoem softwarecheap Adobe Acrobat
· Home
· My Account
· Administration
· Logout

Modules:
· News
· AvantGo
· Submit News
· Forum
· Gallery #1
· Gallery #2

Articles:
· Mountaineering
· Climbing
· Caving
· Rafting
· Diving

Others:
· Search
· Topics
· Top List
· Web Links
· Statistics
· Recommend Us
· Download

    

    Categories Menu
· Caving (Jun 03, 2010)
· Climbing (Nov 09, 2009)
· Cycling (Apr 01, 2009)
· diving (Dec 02, 2009)
· Mountain (Aug 18, 2010)
· National Park (Aug 10, 2010)
· Rafting (Oct 23, 2009)

    Past Articles
Thursday, June 10
·Vanaprastha Gelar Gerakan di Gunung Lawu (0)
Thursday, June 03
·Nguluran: Gua di bibir tebing (0)
Wednesday, June 02
·Maluku coral reefs need optimal management (0)
·Hutan Dirambah, Daftar Burung Langka Bertambah (0)
Wednesday, May 26
·Anak AS Berusia 13 Tahun Pendaki Termuda Everest (0)
 Older Articles

    
twitter

    
tnol

    Languages
Select interface language:

PANJAT TEBING - INTRODUKSI

(309 total words in this text)
(2131 Reads)   Printer friendly page

PANJAT TEBING - INTRODUKSI

Olah raga memanjat tebing sebenarnya merupakan bagian dari Mountaineering yang majemuk. Namun demikian pada masa sekarang, belum ada sumber yang menyebutkan kapan dimulai, panjat tebing seolah-olah berdiri sendiri. Terlepas dari Mountaineering. Maka muncullah para tokoh yang menspesialisasikan pada kegiatan memanjat tebing semata, antara lain, Patrick Edlinger dari Perancis, ataupun Royal Robins dari Amerika, dan banyak lagi lainnya.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa orang yang melakukan kegiatan Mountaineering harus pula bisa memanjat tebing. Tetapi, seorang pemanjat tebing tidak harus menginjakkan kakinya di puncak gunung. Memang agak sulit menerima pendapat ini. Apalagi sekarang ini, orientasi pemanjat tebing bukan hanya lintasan yang sulit namun sudah berorientasi ke puncak gunung yang bertebing. Maka sebaiknya hal ini tidak usah dipermasalahkan. Yang jelas, olah raga panjat tebing terus berkembang sebagai olah raga "mahal", karena nyawa sebagai taruhannya, yang bisa dilakukan sendiri ataupun bagian dari Mountaineering.

Dalam olah raga ini, penemuan lintasan baru merupakan buah penemuan yang patut dihargai. Tanpa harus mempersoalkan sulit atau tidaknya lintasan yang ditemukan. Walaupun secara umum lintasan baru itu dianggap mudah, namun terdapat perbedaan yang menyolok sekali antara si pemanjat yang sedang menyabung nyawa di lintasan itu dengan orang lain yang memberikan penilaian terhadap lintasan itu sambil duduk santai di warung kopi ataupun di teras rumah.

Seperti halnya olah raga lain yang berbahaya maka pada diri seorang pemanjat tebing juga dituntut keberanaian, ketelitian, kemampuan berpikir, dan bertindak dalam pada saat kritis, kekuatan fisik yang baik, dan penguasaan terhadap teknik yang benar. Tanpa semua aspek tersebut maka pemanjatan tebing merupakan arena "bunuh diri" semata.

Betapa bahagianya seorang pemanjat tebing yang berhasil melewati lintasan tanpa mendapat cidera sedikitpun. Barangkali, kebahagiaan ini bisa dianalogikan dengan kebahagiaan penerjun payung yang berhasil membuka payung dan menginjak bumi kembali pada sasaran.

=====================================================
Dikutip dari buku: " Memanjat Tebing Menggapai Langit - Pelajaran Rock Climbing Bagi Pemula dan Lanjutan"
Oleh: Wiyanto Wongso Suhardjo <win@sabhawana.com>
Penerbit: Pustaka Grafiti Utama - 1987

  

[ Back to Climbing | Sections index ]



Web site powered by Ekowisata Natural
This web site was made with PostNuke, a web portal system written in PHP. PostNuke is Free Software released under the GNU/GPL license.
You can syndicate our news using the file backend.php