 |
|
Select interface language:
|
|
|
|
|  |
 |
 |
TEKNIK TURUN TEBING
Page: 1/4 (468 total words in this text) (1140 Reads) 
TEKNIK TURUN TEBING Bayangkan kini anda berada di puncak tebing yang curam. Untuk turun, tentu tidak merayap kembali. Suatu teknik yang dipergunakan untuk menuruni tebing dengan memanfaatkan gaya gesekan, baik tubuh, maupun alat bantu khusus, disebut rapelling atau juga abseiling. 
Teknik ini perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh. Banyak pendaki yang tewas sewaktu menuruni tebing dengan repelling. Biasanya karena kelalaian dalam pemasangan anchor
Sebelum yakin anchor yang terpadang kuat jangan turun dahulu. Ceklah achor dengan menggantunginya beberapa saat dengan pengaman tali pada anchor lainnya. Setelah yakin barulah tali dilempar ke bawah. Buatlah simpul pada ujung tali yang dilempar agar apabila tidak sampai ke permukaan tanah atau teras, anda tetap tertahan oleh simpul tadi. Teknik pertama, teknik yang klasik. Tali langsung berhubungan dengan tubuh. Untuk itu diperlukan pakaian yang tebal agar tubuh tidak lecet atau mendapat luka bakar. Teknik ini perlu diketahui karena siapa tahu peralatan yang anda bawa terjatuh semua. Teknik ini disebut Classic rappel/Body rappel. 
[gbr130]
| Next (2/4) 
[ Back to Climbing | Sections index ] |
|
|
|
|
|